3 Agu 2009

Bandura: Modelling dan Teori Belajar Sosial

Modelling. Albert Bandura seorang psikolog kognitif menemukan fenomena ini setelah melakukan eksperimen tentang agresivitas pada anak-anak. anak-anak digunakan sebagai subjek penelitian dikarenakan belum memiliki social conditioning atau dapat diartikan belum mampu membedakan antara hal yang benar dan salah. Dalam eksperimen ini Bandura membagi 3 group eksperimen berbeda, yaitu kontrol group, group eksperimen group I, dan eksperimen group II. Pada kontrol group tidak diberikan stimulus tambahan apapun, sedang pada eksperimen group I diperlihatkan seorang model (model tingkah laku) yang tidak agresif, dan eksperimen group II diperlihatkan model yang agresif.

Pada eksperimen group II anak-anak diperlihatkan model yang melakukan tindakan agresif terhadap sebuah boneka, tindakan agresif berupa pemukulan, penyerangan dengan alat (palu), atau agresifitas verbal berupa kata-kata tidak baik yang ditujukan kepada boneka tersebut.

Setelah itu anak-anak dipersilahkan masuk ke dalam sebuah ruangan bermain, didalam ruangan bermain tersebut disediakan berbagai mainan. Salah satu mainan yang tersedia adalah sebuah boneka yang sama persis dengan boneka yang "dizalimi" oleh model yang sebelumnya dilihat oleh anak-anak.

Ternyata anak-anak pada eksperimen group II lebih menyukai memukuli boneka seperti yang mereka lihat sebelumnya daripada bermain dengan mainan lainnya. Variasi dalam eksperimen ini banyak sekali, gambaran diatas hanya salah satunya, menambahkan reward atau punishment, membuat modelnya menjadi lebih menarik atau tidak menarik, salah satu diantaranya: mengganti boneka dengan badut asli! Model melakukan tindakan agresi yang sama ke badut seperti yang ia lakukan ke bobo doll dan ternyata anak-anak yang menontonnya melakukan hal yang sama ketika mereka masuk ke ruang bermain yang terdapat seorang badut didalamnya!

Bandura menemukan anak yang dipertontonkan model agresif cenderung bertindak lebih agresif daripada yang tidak, rata-rata anak laki-laki melakukan agresivitas fisik sebanyak 38,2 kali dan anak perempuan 12,7 kali. Sedangkan agresivitas verbal untuk anak laki-laki 17 kali dan anak perempuan 15,7 kali. Kedua hal diatas sangat jarang ditemukan (hampir tidak ada) pada control grup maupun eksperiment grup I, mereka lebih menyukai bermain dengan mainan lainnya daripada memukuli si boneka malang.

Bandura juga menemukan bahwa anak-anak lebih mudah terpengaruh oleh model yang jenis kelaminnya sama. Anak laki-laki menunjukan agresivitas rata-rata 104 kali jika modelnya laki-laki dan 48,4 kali jika modelnya perempuan. Anak perempuan rata-rata 57,7 kali jika modelnya perempuan berbanding 36,3 kali model laki-laki. Penelitian ini juga menunjukan bahwa laki-laki lebih agresif dibanding perempuan, jika semuanya dirata-ratakan anak laki-laki menunjukan agresivitas sebanyak 270 kali berbanding perempuan 128 kali

Fenomena inilah yang disebut bandura sebagai Modelling.

Melalui variasi-variasi dari eksperimennya, bandura menyatakan bahwa ada empat tahap penting dalam proses modelling, yaitu:

* Attention: hal pertama dalam proses pembelajaran adalah memiliki atensi. Hal-hal yang menurunkan atensi: mengantuk, grogi, sakit, gugup, tergangu stimulus lain, dll. Hal-hal yang meningkatkan atensi: model yang digunakan attraktif, colorful (terutama untuk anak-anak). Jika model yang digunakan memiliki kemiripan dengan anda maka anda akan lebih memberikan atensi. Hal-hal diatas diarahkan bandura kepada televisi dan efeknya kepada anak-anak
* Retention: kedua adalah memertahankan bentuk mental images atau deksripsi verbal yang telah diberikan atensi didalam memory untuk dapat di-recall saat akan direproduksi.
* Reproduksi: adalah penerjemahan image atau deksripsi verbal kedalam prilaku, pertama-tama anda harus dapat memiliki kemampuan untuk mereproduksi tingkah laku model. Saya dapat melihat pembalap motor beraksi sepanjang hari, tetapi tidak dapat menirunya, karena saya tidak dapat mengemudikan motor. Tetapi jika saya dapat naik motor, kemampuan saya mungkin dapat meningkat jika melihat orang lain yang lebih mahir dari saya.
* Motivasi: Hal-hal yang telah disebutkan diatas tidak akan terjadi tanpa adanya motivasi untuk melakukan, bandura menyebutkan beberapa motivasi:

Positive motivation

o Past reinforcement: yaitu pengalaman pribadi yang menyenangkan untuk mendorong terjadinya reproduksi prilaku. Misalkan: ketika memberikan pertolongan kepada individu lain lalu diberikan pujian atas tindakannya, pujian disini dapat menjadi past reinforcement dimasa yang akan datang untuk mereproduksi kembali tingkah laku menolong.
o Promised reinforcement: reward yang dijanjikan secara langsung dari orang lain jika tingkah laku dilakukan. Misalkan dijanjikan sepeda baru jika belajar rajin.
o Vicarious reinforcement: reinforcement yang terjadi karena melihat orang lain. Misalkan: melihat orang lain diberikan pujian ketika menolong individu lainnya, muncul keinginan untuk melakukan hal yang sama.

Negative motivation

o Past punishment: pengalaman pribadi yang tidak menyenangkan yang menghambat terjadinya prilaku.
o Promised punishment: punisment yang dijanjikan jika tingkah laku dilakukan.
o Vicarious punishment: negative reinforcement yang terjadi karena melihat orang lain.

Pengaruh Social learning terhadap tingkah laku:

· Mengajarkan behaviors baru: Sosial learning mengajarkan tingkah laku baru yang menurut subjek menarik bagi dirinya.
· Meningkatkan atau mengurangi tingkah laku sebelumnya: dengan mengobservasi reward dan punishment subyek dapat meningkatkan atau juga mengurangi tingkah laku yang sebelumnya dimiliki oleh subjek.
· Mendorong tingkah laku yang sebelumnya terlarang: tingkah laku subjek menurut subyek tidak boleh dilakukan/tidak bisa dilakukan dapat didorong dengan social learning.
· Meningkatkan atau mengurangi tingkah laku yang similar: tidak hanya tingkah laku yang sama persis dengan model yang dapat ditiru tetapi tingkah laku lain yang memiliki kemiripan dengan tingkah laku model dapat direproduksi.

Tautan untuk artikel ini:
http://psipop.blogspot.com/2009/08/modelling-atau-pemodelan.html

disadur dari:
webspace.ship.edu/cgboer/bandura.html dan http://openlearn.open.ac.uk/file.php/3048/formats/ED209_1_rss.xml

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hak Cipta © 2009-2010 Yusuf Haliim Nelwandi All Right Reserved.
 

PSIPOP - Artikel-artikel Psikologi | Hak Cipta © 2009-2010 Yusuf Haliim Nelwandi | Design By Deluxe Themes | Converted By Technolizard | Widget by Simran | All Right Reserved