4 Apr 2010

Maslow: Teori Hierarki Kebutuhan

Maslow merevisi teorinya tahun 1970 dan tahun 1971, artikelnya di Maslow: Teori Hierarki Kebutuhan (revisi)

Asumsi awal Maslow dalam mengembangkan teorinya adalah bahwa:
a. Manusia selalu mempunyai kebutuhan untuk terus berkembang dan maju,
b. Kebutuhan pokok akan dipenuhi terlebih dahulu dibanding kebutuhan lainnya.

Dari asumsi diatas Maslow pada tahun 1943 mengajukan paper yang berjudul A Theory of Human Motivation. Maslow menulis bahwa manusia akan menyelesaikan kebutuhan dasarnya dulu sebelum menuju kebutuhan-kebutuhan yang lebih luas dengan urutan yang bersifat hirarki.

Kebutuhan-kebutuhan yang disebutkan Maslow biasa ditampilkan dalam bentuk piramida dengan kebutuhan paling dasar ada di dasar piramida dan aktualisasi diri ada di puncak piramida. Ada dua kebutuhan utama manusia menurut Maslow, yaitu D-Needs dan B-Needs.

1. Defisiensi needs atau D-Needs, kebutuhan-kebutuhan yang ada dalam kategori ini tercipta dikarenakan defisiensi dari apa yang ada didalam diri, misalkan kebutuhan untuk makan dikarenakan tubuh tidak lagi memiliki cadangan makanan. Kegagalan dalam memenuhi D-Needs dapat mendorong terjadinya Psychosis pada individu, ada 4 kebutuhan yang jatuh dalam kategori D-Needs:

a. Kebutuhan fisiologis/biologis: ini adalah satu-satunya kebutuhan dalam kategori D-Needs yang dapat menimbulkan perubahan fisik pada individu, kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan yang homeostatis, artinya ada suatu titik keseimbangan dalam kebutuhan fisiologis dan pemenuhan kebutuhan adalah untuk menempatkan kondisi diri pada rentang titik keseimbangan itu. Seperti misalkan lapar: ketika lapar kondisi tubuh akan turun/menjauh dari titik keseimbangan dan berusaha diseimbangkan dengan mencari makan, ketika makan kondisi tubuh akan naik dan jika makan terlalu banyak kondisi tubuh akan terlalu naik (menjauh juga dari titik keseimbangan) dan yang terjadi malah makan akan dihentikan serta dihindari sampai menuntut untuk dipenuhi kembali (lapar). Kebutuhan fisiologis lainnya: udara, minum, tidur, dan hubungan seksual. b. Kebutuhan akan rasa aman: kebutuhan ini dan kebutuhan lainnya diatas kebutuhan ini adalah kebutuhan psikologikal, rasa aman disini adalah bukan hanya keamanan diri sendiri, tetapi lebih kepada perasaan aman dari setiap hal yang mengancam dirinya, seperti: merasa aman karena memiliki pendapatan tetap, memiliki tempat berlindung yang dirasa aman, merasa aman karena memiliki asuransi, dan juga perasaan tenang tidak dikejar-kejar debt collector, serta yang lainnya.

c. kebutuhan untuk bersosialisasi: setelah rasa aman terpenuhi, maka selanjutnya adalah bersosialisasi. Hubungan sosial seperti: pertemanan, berkelompok, atau hubungan cinta adalah salah satu contoh pemuasan kebutuhan ini. Perlu diingat bahwa cinta tidak sama dengan sex. Perasaan kesepian dan keterasingan dapat menjadi pendorong utama kebutuhan ini.

d. kebutuhan akan penghargaan diri: yaitu kebutuhan untuk dihargai orang lain, contohnya: kebutuhan untuk mengejar prestasi (agar prestasinya dapat dilihat orang lain), memiliki kekuatan, memperoleh penghormatan dari orang lain, memiliki reputasi, diapresiasi, dsb.

2. Being needs atau B-Needs, kebutuhan inilah yang membuat manusia menjadi seorang manusia, yaitu kebutuhan aktualisasi diri, sebuah terma yang aslinya diajukan oleh Kurt Goldstein. Maslow mendefinisikan Aktualisasi diri sebagai: Pertumbuhan intrinstik atas apa yang telah ada dalam diri organisme atau lebih akuratnya, dari apa sebenarnya organisme itu, secara sederhananya: meraih potensi diri sendiri. Seperti seorang seniman yang membuat lukisan, pemusik yang membuat lagu dan lain sebagainya

Kebutuhan-kebutuhan diatas adalah sebuah hierarki yang artinya suatu kebutuhan akan kesulitan untuk dipenuhi jika kebutuhan yang lebih dasar belum dipenuhi. Susunan hierarkinya adalah sebagai berikut:
Kebutuhan fisiologis akan terlebih dahulu dipenuhi sebelum kebutuhan-kebutuhan lainnya, dipenuhi disini dalam arti bahwa sumber daya dari individu tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang sedang diincarnya untuk dipenuhi. Kebutuhan akan berusaha dipenuhi melalui tindakan individu, pikiran individu, ucapan individu termasuk ucapan-ucapan seperti: doa diwaktu malam agar kebutuhan tersebut terpenuhi, atau tingkah laku lainnya.

Ada beberapa kesalahan memahami konsep agama dalam teori Maslow ini, agama bukanlah berada dalam aktualisasi diri saja tetapi dalam keseluruhan kebutuhan, dalam paragraph diatas telah dijabarkan doa kita pun adalah sumber daya yang kita gunakan untuk memenuhi suatu kebutuhan. Agama dalam aktualisasi diri adalah tujuan, sedangkan agama dalam kebutuhan lain lebih cenderung sebuah proses. Tentu saja ini hanya untuk orang-orang beragama yang menjadikan agama salah satu sumber dayanya dalam mengarungi kehidupan, untuk orang-orang atheis dan beragama KTP tentunya memiliki sumber daya yang lain.

Aktualisasi diri dalam teori Maslow bukanlah materi dunia saja, jadi seseorang yang mengaktualisasikan diri dan berada dipuncak kebutuhan, tidaklah selalu orang kaya. Mungkin manifestasi yang dapat terlihat dari individu yang mengaktualisasikan diri adalah kebahagiaan. Kebahagiaan dapat melakukan apa yang diinginkan. Seorang petani dapat dikategorikan seorang yang telah teraktualisasikan dirinya jika dia memang ingin mencurahkan sumber daya terbaiknya untuk menjadi petani. Lain lagi dengan seorang insinyur sukses yang terobsesi menjadi sastrawan.

Kebutuhan akan seks (dalam kebutuhan fisiologis) adalah salah satu kebutuhan yang kontroversial dalam teori ini, tetapi dengan adanya berita “oknum guru mengaji yang diduga memperkosa anak didiknya”, “oknum pendeta di Inggris yang diduga melakukan pelecahan seksual pada jemaatnya” sepertinya membuat Maslow sedikit menang, walaupun mungkin hanya oknum. Tetapi Maslow menunjukan bahwa ternyata orang yang (mungkin) sudah mengaktualisasikan dirinya dalam bidang agama sekalipun ternyata kebutuhan seks nya tetap menuntut untuk “diseimbangkan”.

kebutuhan-kebutuhan ini mungkin akan terlihat overlapping satu dengan yang lainnya, jika itu terjadi maka yang harus dilihat adalah motif apa yang mendasari suatu tindakan pemenuhan kebutuhan, misalkan: dalam suasana kantor, seorang karyawan uji coba diancam oleh bosnya bahwa jika tidak mampu berinteraksi dan bergaul dengan karyawan lain akan dicoret dan dicari penggantinya. Dalam hal ini, ketika karyawan baru itu bersosialisasi maka yang berusaha dipenuhi adalah kebutuhan akan rasa aman, yaitu menjaga sumber pendapatan nya yang baru, belum masuk kedalam kebutuhan bersosialisasi kecuali jika motifnya dikemudian hari berubah menjadi motif kesepian jika tidak bersosialisasi dengan rekan-rekan kerjanya.

Teori kebutuhan ini bersifat hierarki dan ketika ada dua kebutuhan yang berusaha dipenuhi bersamaan, kebutuhan yang paling mendasarlah yang berusaha dipenuhi terlebih dahulu, tetapi itu pun bergantung pada kebutuhan mana yang dapat ditunda dan dipenuhi kemudian, bisa saja kebutuhan yang lebih pokok ditunda karena ada cara lain yang dapat lebih memuaskan. Misalkan bekerja sedikit lembur serta menunda membeli makanan di kantor/jalan dan menjadi kelaparan. Karena dirumah ada masakan rumah yang lebih memuaskan.

Tautan untuk artikel ini:
http://psipop.blogspot.com/2010/04/maslow-teori-hierarki-kebutuhan.html

Artikel yang sangat terkait dengan artikel ini
Maslow: Teori Hierarki Kebutuhan (revisi)
Nevis: Teori Hierarki Kebutuhan

Disadur dari:
Boeree, C. G. (2006). Abraham Maslow. diakses April 03, 2010. dari http://webspace.ship.edu/cgboer/maslow.html
Hierarchy of Needs. (2010) diakses April 04, 2010. dari http://psychology.about.com/od/theoriesofpersonality/a/hierarchyneeds.htm
Maslow's Hierarchy of Needs Theory. di Psychologia Wikia. diakses April 03, 2010. dari http://psychology.wikia.com/wiki/Maslow%27s_hierarchy_of_needs
Maslow's Hierarchy Needs Theory. (en) di Wikipedia. diakses April 03, 2010. dari http://en.wikipedia.org/wiki/Maslow's_hierarchy_of_needs

1 komentar:

  1. Terkait postingan di atas dapat jga di lihat link di bawah ini :

    http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/2329/1/Perbedaan%20kebutuhan-kebutuhan%20muslow%20pada%20pengusaha%20etnis%20jawa%20dan%20tionghoa.pdf

    BalasHapus

Hak Cipta © 2009-2010 Yusuf Haliim Nelwandi All Right Reserved.
 

PSIPOP - Artikel-artikel Psikologi | Hak Cipta © 2009-2010 Yusuf Haliim Nelwandi | Design By Deluxe Themes | Converted By Technolizard | Widget by Simran | All Right Reserved