27 Mar 2010

Memahami IQ

IQ. Sebagian besar dari anda tentu sudah tahu apa itu IQ, beberapa ahli mendefinisikan IQ sebagai kemampuan problem solving dan kemampuan yang berhubungan dengan angka-angka serta ilmu pengetahuan. Saat ini pengertian IQ di masyarakat awam sama seperti itu. Selanjutnya ada lagi yang disebut EQ, yaitu kemampuan individu untuk melakukan kontak emosi secara efektif. Lalu pernah juga ada yang mengatakan tentang SQ, dan ada lagi LQ, dan mungkin Q-Q lainnya lagi.

Definisi diatas memang benar tetapi ada juga banyak ahli yang mengatakan bahwa IQ bukan hanya kepintaran mengerjakan soal matematika, tetapi lebih dari itu, IQ adalah keseluruhan kemampuan individu untuk bertindak efektif terhadap lingkungannya, Didalamnya juga mencakup kemampuan untuk melakukan kontak sosial, kemampuan untuk tahan terhadap stress, dan bahkan kemampuan menyetir mobil, Gabungan dari EQ, SQ, atau Q lainnya

Membingungkan? Mudah-mudahan tidak, IQ seperti sebuah perkumpulan dari Q - Q lainnya, jika dianalogikan EQ adalah CPU, SQ adalah monitor, dan LQ adalah Keyboard dan mouse, maka IQ adalah sebuah komputer. Tapi sayangnya masyarakat umum salah mendefinisikan dengan menganggap bahwa IQ hanyalah kepintaran menghitung semata. IQ adalah singkatan dari Intelligence Qoutient, qoutient diartikan sebagai hasil bagi, yaitu hasil bagi dari mental age dan chronological age sehingga menghasilkan taraf intelegensi. Coba perhatikan definisi para ahli psikologi ini tentang intelligensi itu sendiri:

-Kecakapan menyeluruh dari individu untuk bertindak secara terarah, berfikir rasional dan berhubungan dengan lingkungannya dengan efektif (D. Wechsler)
-Gabungan dari beberapa kemampuan untuk mengerti dan berhubungan dengan individu lain, dengan objek-objek, serta penerapan ilmu pengetahuan dan berhubungan dengan simbol-simbol matematis dan verbal (E.L. Thorndike)
-Kegiatan mental yang diarahkan untuk tujuan beradaptasi, memilih, dan membentuk lingkungan nyata yang sesuai dengan kehidupan individu (Sternberg)

Jadi “Intelegensi” artinya adalah seluruh kemampuan manusia untuk bertindak secara efektif terhadap lingkungannya, lingkungan disini pun bukan hanya obyek mati, tetapi juga individual lain. Sementara ada pula EQ yang sering disandingkan dengan IQ sebenarnya adalah bagian dari IQ. Para psikolog sendiri lebih sering menggunakan terma Emotional Intelligence-EI bukan EQ (atau bahasa Indonesianya "EI"=Kecerdasan Emosi), karena Emotional Intelligence adalah bagian dari "Intelligence" itu sendiri (IQ). Jika digambarkan akan seperti ini:



Tautan untuk artikel ini:
http://psipop.blogspot.com/2010/03/definisi-iq-eq-sq-dan-lq.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Hak Cipta © 2009-2010 Yusuf Haliim Nelwandi All Right Reserved.
 

PSIPOP - Artikel-artikel Psikologi | Hak Cipta © 2009-2010 Yusuf Haliim Nelwandi | Design By Deluxe Themes | Converted By Technolizard | Widget by Simran | All Right Reserved