12 Feb 2010

Manusia atau Komputer

Mana yang lebih hebat, otak manusia atau komputer. mungkin pertanyaan ini seringkali hinggap diantara kalian semua yang membaca tulisan ini. Saya tidak yakin kemampuan saya dapat sampai untuk menyimpulkan yang terbaik, jadi saya hanya akan memberikan sedikit fakta yang (diusahakan) obyektif:
Metode penyimpanan:
-manusia : cenderung asosiatif, "file" disimpan dengan cara dikelompokan dengan "file" yang sejenis.
-komputer : tergantung sistem operasi.
Kapasitas penyimpanan:
-manusia : tidak terbatas, atau mungkin "belum diketahui".
-komputer : tergantung kapasitas hardisk (pada saat artikel ini dibuat: rata-rata spek komputer menengah 120-250 GB).
Daya tahan "file" yang disimpan:
-manusia : sepanjang hidup, sepanjang "file" yang dimaksud sering digunakan (recall). Semakin sering digunakan semakin tahan lama filenya, atau tergantung keadaan ketika penyimpanannya (lihat selanjutnya), dan tingkat pentingnya file tersebut untuk individu (ingatan tentang pernikahan, kelahiran anak, dst).
-komputer : tergantung banyaknya "bad sector", semakin sering dipakai harddisknya semakin besar kemungkinan bad sector.
Kemampuan recall – memanggil ingatan:
-manusia : tergantung cara menyimpannya, apakah hanya dilihat sepintas atau diperhatikan dan dipahami. Semakin dipahami semakin bagus kualitas file ketika direcall.
-komputer : tergantung daya tahan hardisk/flasdisknya.
Kehilangan "file" bukan dengan keinginan sendiri:
-manusia : penghapusan secara otomatis dan tak sadar file-file ga penting, penekanan file-file "menyakitkan" ke dalam unconscious, serta kegagalan jaringan (stroke, kebentur tembok, dll).
-komputer : salah pencet, kegagalan jaringan (PLN mati, bad sector, virus bego), harddisk dicolong orang ga tau diri.
Kapasitas RAM :
-manusia : antara 5-9 gumpalan file. Tergantung juga mood, bahasa yang digunakan, dan pengasosiasian antar gumpalan (gumpalan: file-file yang diasosiasikan)
-komputer : tergantung daya beli konsumen.
Keadaan file ketika disimpan :
-manusia : dapat dimanipulasi oleh pengetahuan yang sebelumnya dimiliki, ataupun terjadi sebaliknya.
-komputer : sesuai aslinya, kecuali om Roy Suryo berkata lain.
Kegagalan beroperasi:
-manusia : ketiadaan tanda-tanda impuls listrik di otak.
-komputer : ketiadaan tanda-tanda bios.
Penyebab umum ke-abnormalitas-an :
-manusia : kebodohan diri sendiri
-komputer : kebodohan pemakainya
Sistem operasi :
-manusia : Open Source Superego, ID, dan sebuah ego.
-komputer : Window dan O/S buatan orang-orang yang membenci window.
Alat browsing dengan dunia luar :
-manusia : mata, telinga, kaki, dan tangan serta ETIKA
-komputer : Mozilla, IE, Safari, Opera, Chrome, dll.
Sebuah logika sederhana tentang otak manusia:
Jika anda semua membayangkan betapa cepatnya komputer melakukan penghitungan dibandingkan otak manusia. Sekarang bayangkan sebuah komputer dengan kamera yang mampu menangkap image 10 juta warna. Dengan mic yang dapat memproses suara 20-20000 Hz. Dengan speaker yang mampu mencapai 7 oktaf. Dengan touch screen yang bukan hanya dapat menerima sentuhan tetapi juga rasa sakit, panas, dingin. Dengan sebuah alat yang dapat membedakan 13.000 bau dan wangi. Dengan kemampuan untuk mengingat hal-hal penting. Dengan alat yang mampu membedakan rasa makanan. Dan yang terpenting bukan hanya mampu menerima tetapi juga merespon atas input yang diberikan oleh alat-alat tersebut. Lalu komputer itu dipasang pada sebuah mahluk humanoid dan mengendalikan keseluruhan mahluk itu. Bayangkan jika komputer anda-lah (yap, komputer yang sedang anda pakai untuk browsing di blog ini) yang dipasangi alat-alat tersebut... Sekarang bukalah aplikasi spread sheet pada komputer anda yang telah dipasang di mahluk humanoid tersebut dan mulai menghitung... Dan ingat semua peralatan yang dipasang itu harus menyala dan melakukan pekerjaannya (mis, kamera sedang menangkap image, mic sedang menangkap suara, dll) ketika anda memerintahkan untuk menghitung.

Hang? Crash? Blue Screen?

Tautan untuk artikel ini:
http://psipop.blogspot.com/2010/02/mana-yang-lebih-hebat-otak-manusia-atau.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hak Cipta © 2009-2010 Yusuf Haliim Nelwandi All Right Reserved.
 

PSIPOP - Artikel-artikel Psikologi | Hak Cipta © 2009-2010 Yusuf Haliim Nelwandi | Design By Deluxe Themes | Converted By Technolizard | Widget by Simran | All Right Reserved